Sejarah Kopi

sejarah kopi

Menikmati kopi dikala pagi, disela-sela makan siang dan setelah makan malam adalah rutinitas yang tidak bisa dilepaskan bagi para pecinta kopi. Ibaratnya nasi, kopi bagi para pecandunya adalah sebuah minuman yang mampu memberikan tambahan energi sama halnya dengan nasi. Sehingga minum kopi bukan hanya akan menyebabkan badan yang terasa lebih hangat, namun energi juga telah memenuhi badan sehingga segala aktivitas yang kita lakukan terasa lebih ringan karena berlebihnya energi yang dimiliki para pecinta kopi.

Sejarah Kopi di Dunia

Sejarah kopi mulai dituliskan pertama kali sejak abad ke 9. Masih belum jelas siapakah sebenarnya yang pertama kali menemukan kopi, namun yang pasti kopi pertama kali ditemukan di Ethiopia. Pada saat pertama kali ditemukan, kopi telah banyak ditanam oleh penduduk Ethiopia di dataran tinggi mereka. Biji kopi yang sangat enak dikonsumsi membuatnya begitu populer dibanyak kalangan. Selain itu bentuk buahnya yang khas, mebuat biji kopi sangat mudah dikenali. Sejak ditemukan pertama kali di Ethiopia, kopi terus berkembang dan mulai menyebar ke seluruh dunia tidak terkecuali ke Indonesia. Sejarah kopi di Indonesia dimulai sejak tahun 1690, tepatnya saat Indonesia menjadi negara jajahan kolonial Belanda.

Pertama kali sampai di Indonesia, kopi dibawa oleh penjajah kolonial Belanda. Saat itu biji kopi dibawa oleh Belanda ke pulau Jawa dan Sumatera dan ditanam besar-besaran di sana. Tanah Jawa adalah daerah yang sangat sesuai untuk pembudidayaan kopi, sehingga ladang kopi menjadi sebuah perkebunan yang areanya sangat luas dan produksinya juga melimpah. Hal ini membuat Belanda semakin terobsesi menjadikan tanah Jawa sebagai perkebunan kopi mereka. Dari sinilah dimulai sejarah kopi luwak Indonesia yang sangat terkenal di dunia.

Sejarah Kopi Luwak

Sistem budidaya kopi di daerah Jawa dan Sumatera sangat erat kaitannya dengan kopi luwak yang selama ini sangat populer di Indonesia dan dunia. Dulu saat pertama kali kopi dijadikan tanaman budidaya di Indonesia oleh Belanda, mereka melarang keras penduduk Indonesia untuk mengkonsumsi biji kopi. Belanda yang sangat serakah ingin menguasai hasil kopi untuk mereka sendiri. Karena itu penduduk pribumi tidak pernah menikmati hasil tanam mereka.

Namun keingintahuan penduduk pribumi terhadap rasa biji kopi, membuat penduduk memikirkan akal untuk bisa mengkonsumsi biji kopi yang sangat menggoda itu. Akhirnya perpikirkan untuk membawa masuk musang ke dalam perkebunan. Penduduk mengetahui bahwa makanan musang adalah biji-bijian yang salah satunya adalah biji kopi. Kebiasaan musang ini adalah memakan biji kopi yang sudah masak, namun pencernaan mereka sama sekali tidak bisa mencerna biji kopi tersebut. Sehingga meskipun telah dimakan, biji kopi ini akan dikeluarkan utuh melalui kotoran musang. Biji kopi yang dikeluarkan oleh musang ini akan dicari penduduk pribumi, kemudian mereka mencucinya sampai bersih dan mengkonsumsinya. Disinyalir kopi luwak ini memiliki rasa yang sangat enak an tidak bisa ditandingi oleh kopi manapun di dunia.

sumber gambar: en.wikipedia.org